aku buru-buru membuka tab chatting itu. tapi tetap, list chat ku tidak menunjukkan tanda adanya nama itu. aku menghela napas yang agak panjang. sepertia biasa, hanya kecewa. karena di setiap aku menunngu kehadiran nama itu tak kunjung muncul.
***
seakan terobati, siluet selain nama itu menemani ku dalam sunyinya malam. walau hanya dengan suaru tuts yang beriringan, itu sudah terasa cukup, dan membuat penantian hati yang tadi terusik kini surut- surut menghilang meskipun tak sepenuhnya.
Kamis, 28 Oktober 2010
hanya menunggu. hari Kamis selalu ku lihat di dinding chat ku dia selalu ada. tapi untuk kamis ini dia tidak ada. mungkin dia sibuk. tapi yang menjadi pikirku selalu aku yang tanyakan dia terlabih dulu. kenapa dia tidak mencoba untuk pertama, setidaknya itu membuat lebih senang. hmmm, tapi itu tak mungkin bagi aku, aku yang hanya orang yang menjadi orang baru dalam list kehidupannya.
ku mencoba menekan tuts keyboard itu,,,
agak terasa berat mungkin, karena kali pertama ini aku mencoba menulis tentang kabar sang penanti yang salalu di hantu rasa khawatir yang berlebih ini. Aku menerka - nerka apa yang ada di pikirnya ketika pesan singkat yang mungkin tidak penting baginya itu sampai padanya. mungkinkah dia hanya berkomentar dengan senyum? atau malah mengabaikan?. Ah biarlah,,, salah mungkin pikir ini.
kupikir- pikir apa yang harus ku tulis. hmm mungkin di awal agak bertele - tele tapi dengan agak tegas ku tekan tuts itu agar pesan yang mungkin sedikit tidak berguna ini cepat selesai. dan akhirnya pesan ini selesai juga. pesan singkat ini siap dikirim. masih ada perasaan ragu untuk mengirim. hmm, harus segera ku kirim. akhirnya aku klik tombol send yang tertera di layar flat itu.
harap, hanya harap yang tertera jelas dalam hati, berharap pesan(mungkin tak berguna ini ia balas dengan panjang lebar) ini terbaca.
agak terasa berat mungkin, karena kali pertama ini aku mencoba menulis tentang kabar sang penanti yang salalu di hantu rasa khawatir yang berlebih ini. Aku menerka - nerka apa yang ada di pikirnya ketika pesan singkat yang mungkin tidak penting baginya itu sampai padanya. mungkinkah dia hanya berkomentar dengan senyum? atau malah mengabaikan?. Ah biarlah,,, salah mungkin pikir ini.
kupikir- pikir apa yang harus ku tulis. hmm mungkin di awal agak bertele - tele tapi dengan agak tegas ku tekan tuts itu agar pesan yang mungkin sedikit tidak berguna ini cepat selesai. dan akhirnya pesan ini selesai juga. pesan singkat ini siap dikirim. masih ada perasaan ragu untuk mengirim. hmm, harus segera ku kirim. akhirnya aku klik tombol send yang tertera di layar flat itu.
harap, hanya harap yang tertera jelas dalam hati, berharap pesan(mungkin tak berguna ini ia balas dengan panjang lebar) ini terbaca.
Kamis, 02 September 2010
aku tulus menantinya
aku memang terlalu berharap..
mungkin aku salah melakukannya??
tapi menurutku tidak,,,
kulakukan ini untuk sedikit membuktikan ketulusanku,,,
memang untuk saat ini belum bisa ku ungkap dengan nyata,,,
tapi setidaknya ia memberiku waktu tuk jadikan ini semua nyata,,,
nyata dalam arti bisa ku tunjukkan di depannya,,,
mungkinkah ia sanggup??
menunggu dan menunggu,,,
menanti dan terus menanti,,,
atau akankah aku di biarkan dalam lubang penantian yang belum ada ujung,,,??
atau akankah ia malah menghapusku dari skenario hidupnya??
aku tak tahu sekarang,,,
aku hanya bisa menunggu dan menunggu,,,
karena aku memeng membutuhkannya,,,
dalam raga ku ini dia beri kekuatan
dalam jiwaku ini dia berikan kesucian,,,
dalam bathinku ini dia berikan ketenangan,,,
memang aku tak berani ungkapkan di mata mata manusia,,
tapi setidaknya dia tahu maksud hatiku,,,
dan mencoba melakukan sesuatu yang mengartikan irama penantianku,,,
aku kan terus menunggu,,,,
mungkin kau pikir ini seperti kekanak - kanakan
tapi ini semua berarti bagiku,,,
mungkin aku salah melakukannya??
tapi menurutku tidak,,,
kulakukan ini untuk sedikit membuktikan ketulusanku,,,
memang untuk saat ini belum bisa ku ungkap dengan nyata,,,
tapi setidaknya ia memberiku waktu tuk jadikan ini semua nyata,,,
nyata dalam arti bisa ku tunjukkan di depannya,,,
mungkinkah ia sanggup??
menunggu dan menunggu,,,
menanti dan terus menanti,,,
atau akankah aku di biarkan dalam lubang penantian yang belum ada ujung,,,??
atau akankah ia malah menghapusku dari skenario hidupnya??
aku tak tahu sekarang,,,
aku hanya bisa menunggu dan menunggu,,,
karena aku memeng membutuhkannya,,,
dalam raga ku ini dia beri kekuatan
dalam jiwaku ini dia berikan kesucian,,,
dalam bathinku ini dia berikan ketenangan,,,
memang aku tak berani ungkapkan di mata mata manusia,,
tapi setidaknya dia tahu maksud hatiku,,,
dan mencoba melakukan sesuatu yang mengartikan irama penantianku,,,
aku kan terus menunggu,,,,
mungkin kau pikir ini seperti kekanak - kanakan
tapi ini semua berarti bagiku,,,
Senin, 30 Agustus 2010
aku dalam proses kehilangan
kini aku tau...aku dalam posisi proses kehilangan seseorang...
mungkin aku bukan siapa - siapa di matanya
tapi di mataku dia yang membuatku mengerti sebuah arti...
sebuah arti "pengertian"
aku kini mengerti apa yang harus ku lakukan
aku kini tau apa yang harus segera ku perbuat
aku juga mengetahui apa yang harus ku berikan...
dan semua itu bermula dari sebuah pertemuan
pertemuan yang tidak nyata
dari tulisan tulisan tangan yang kadang susah aku membacanya...
dengan terus berlanjut ia kirimkan tulisan - tulisan itu,,
entah lewat mana,
oleh siapa.
tapi,
tulisan itu selalu sampai di jemariku,
aku buka lipatan kecil yang terlipat rapi,
dengan tanda tanya besar di kepalaku,
"apa yang dia tanyakan sekarang?"
"ada kepentingan apa dengan tulisan ini?"
"untuk apa tulisan tangan ini ia kirimkan?"
"dan kenapa dia kirimkan tulisan - tulisan ini?"
lipatan itu telah terbuka,,,
aku mulai membaca tulisan tangan itu,,,
"ooohh...."
kini aku tau apa maksud tulisan itu,,,
entah dapat ide dari mana orang itu menuliskan kata-kata yang kelihatannya sudah terencana rapi
tapi kini...
sedikit berbeda kurasakan...
entah apakah aku yang terlalu egois,,,
apa aku yang terlalu merasa memilikinya,,,
aku merasa aku sekarang bukan siapa - siapa...
tapi salah pula jika aku katakan seperti ini,,
karena dia juga merasa begitu(mungkin)
..........................................................................................................................................................................
ada seseorang lagi....
dengan senang ia melakukan semua...
hingga tak memikirkan seorang yang mencoba menutupi rasa sedikit kehilangan ini,,,
Langganan:
Komentar (Atom)